BALIKPAPAN, LENTERAKALTIM.COM : Untuk membantu tumbuh dan berkembangnya perekonomian Pondok Pesantren (Ponpes), Bank Indonesia (BI) Perwakilan Balikpapan bersinergi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Balikpapan menggelar lelang wakaf produktif untuk 2 Pondok Pesantren (Ponpes) dan sebuah Yayasan Baitul Maal, di Hotel Bahana Surya Balikpapan, Rabu (24/6) malam kemarin.
Lelang wakaf diarahkan untuk membantu pengembangan usaha mandiri Ponpes
Al Banjari Balikpapan dan Ponpes Trubus Iman Kabupaten Paser. Ponpes Al Banjari mengelola budidaya ayam petelur dan Ponpes Trubus Iman mengembangkan peternakan ayam kampung. Sedang Yayasan Baitul Maal Munzalan Balikpapan dengan usaha penjualan air bersih yang bersumber dari water treatment plant (WTP) yang dikelolanya.
Deputy Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Umran Usman mengatakan, hasil dari pengembangan usaha Ponpes dan Baitul Maal itu diharapkan dapat membangun kemandirian ekonomi pesantren dan kemandirian pangan serta pemberdayaan masyarakat melalui pembukaan lapangan kerja, kesehatan dan pengembangan pendidikan santri.
“Kita harus mendukung upaya-upaya untuk mencapai kemandiran pangan Ponpes melalui pengembangan wakaf produktif ini, “ kata Umran Umran ketika memberikan sambutan pada acara yang dihadiri oleh para pengusaha dan nasabah BSI Balikpapan itu.
Ponpes Trubus Iman Kabupaten membutuhkan biaya Rp. 380 juta untuk biaya ekspansi kandang dan sarana pendukung pengelolaan ayam kampung terintegrasi. Ponpes Al Banjari Balikpapan memerlukan Rp. 140 juta untuk kebutuhan biaya ekspansi pembangunan kandang ayam petelur. Sedangkan Yayasan Baitul Maal Munzalan Balikpapan membutuhkan biaya sekitar Rp. 248 juta untuk ekspansi pembangunan WTP.
“Untuk menghimpun dana-dana yang dibutuhkan itu, kita perlu mengembangkan konsep wakaf produktif ini karena amal jariyahnya yang terus mengalir,” kata Umran Usman.
Pembukaan lelang yang berlangsung sekitar 20 menit, berhasil menghimpun dana wakaf produktif sebesar Rp. 35.500.000. Turut hadir hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Balikpapan, H. Masrivani, S.Ag., MH., Area Manager BSI Kaltimtara Andi Asni, Komisioner Baznas Balikpapan Drs. H.M. Jailani, MM dan Sekretaris Badan Wakaf Indonesia (BWI) Balikpapan Fajar Muchsony, S.Pd.I. Acara juga menghadirkan narasumber pakar wakaf produktif dari Univesitas Airlangga Surabaya Prof. Dr.Raditya Sukmana, SE,. MA.
Sementara itu Area Manager BSI Kaltimtara Andi Asni mengatakan, amal jariah pemberi wakaf tidak akan pernah berhenti, terus berjalan sepanjang memberikan manfaat kepada umat. Menurutnya, wakaf bukan hanya soal memberi, tetapi soal menghadirkan tentang kebermanfaatan yang terus tumbuh dan berkembang dan dirasakan maanfaatnya oleh orang banyak.
Andi Asni mengatakan, BSI tidak saja menghadirkan layanan keuangan kepada masyarakat tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan ekonomi umat melalui instrumen keuangan sosial syariah. “Salah satunya melalui wakaf produktif ini,” ujarnya.
Andi Asni menyakini, jika hasil wakaf dikelola dengan produktif maka manfaatnya tidak saja diterima oleh penerima manfaatnya akan mampu menciptakan ekonomi berkelanjutan, membuka peluang usaha serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kemandirian umat. (imo)



