BALIKPAPAN, LENTERAKALTIM.COM : Ada yang berbeda dari deru napas Kota Beriman menjelang akhir pekan ini. Ketika sebagian besar warga bersiap merapatkan selimut, halaman Masjid Jami’ Ath-Thoyyibah Balikpapan justru mulai berbenah.
Sebuah layar proyektor raksasa berukuran 4X4 telah tegak berdiri, siap memancarkan siaran langsung pertempuran pamungkas Piala Dunia 2026 dari belahan bumi Amerika.
Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi malam ini menjelma menjadi episentrum kebersamaan warga. Uniknya, karena jadwal kick-off laga pembuka bertepatan dengan datangnya waktu fajar, panitia sepakat menempatkan ibadah sebagai yang utama.
Sebelum layar proyektor berkedip menampilkan persaingan di lapangan hijau, seluruh jamaah dan warga akan merapatkan barisan di dalam masjid untuk melaksanakan Sholat Subuh berjamaah terlebih dahulu.

Suasana nonton bareng (nobar) ini dipastikan bakal meriah dan penuh kehangatan khas lokal. Mengingat hari Minggu adalah hari libur (weekend day), panitia sudah mengantisipasi hadirnya kelompok penonton paling berisik yang akan meramaikan suasana setelah berzikir bersama.
“Pasti bocil-bocil anggota Ikatan Remaja Masjid (IRMA) akan memenuhi area depan layar begitu salam penutup sholat diucapkan. Namanya juga malam minggu, mereka pasti antusias sekali,” ungkap La Ata (52), salah seorang pengurus masjid yang sibuk mengoordinasikan pembagian tempat duduk dan konsumsi.
Untuk menjamin penonton tetap bugar di tengah dinginnya angin fajar, panitia mengusung konsep panganan rakyat yang ramah di lambung. Singkong rebus hangat, pisang, jagung, hingga kacang rebus disiapkan berpiring-piring.
Menariknya, selain teh dan kopi biasa, panitia menyelipkan ramuan khusus. “Untuk bapak-bapak, kita juga siapkan kopi stamina – Kopi Bongkarr,! Supaya tubuh bapak-bapak kita tetap fit dan tidak mengantuk pas nonton setelah subuhan,” seloroh La Ata sambil tertawa lepas.

Langkah kreatif ini mendapat restu penuh dari pimpinan tertinggi masjid. Ketua Masjid Ath-Thoyyibah, Ustadz H. Hadi Mustofa, memberikan apresiasi mendalam atas inisiatif spontan para pengurus. Menurut beliau, esensi utama dari acara ini melampaui sekadar urusan menang-kalah di lapangan hijau.
“Kegiatan nobar yang diawali dengan sholat subuh berjamaah ini murni untuk memperkuat tali silaturahmi antara pengurus, jamaah tetap, dan warga sekitar agar masjid selalu menjadi rumah yang hangat bagi masyarakat,” ujar Ustadz Mustafa.

Ustadz H. Hadi Mustafa (tengah) bersama Ustadz Hurairah (kiri) dan La Ata (kanan)
MANDI TUAH MESSI DAN PREDIKSI DUA LAGA DARI TERAS MASJID
Bagaimana para pemuka agama dan pengurus melihat duel pembuka antara dua raksasa Eropa yang terluka ini ? Rupanya, aroma hujan gol sudah tercium hingga ke beranda masjid seusai dzikir subuh berkumandang.
Imam Masjid Ath-Thoyyibah, Ustadz Hurairah, secara tegas menjagokan Prancis dengan prediksi skor ketat 3-2. “Laga ini pasti banjir gol. Kedua tim sudah lepas beban dari final, jadi gawang lawan pasti akan sama-sama sering bergetar sejak menit awal,” tebak sang Imam tersenyum.
Pandangan serupa tapi tak sama datang dari La Ata. Ia sepakat memilih Prancis sebagai pemenang, namun dengan skor yang lebih rapat, 2-1. Menurut analisis taktisnya, Les Bleus memiliki komposisi skill individu yang merata di setiap lini, ditambah keberadaan Kylian Mbappé sebagai ujung tombak yang mematikan.
“Inggris itu hanya kuat dan menang di permainan bola panjang (long ball). Begitu bola turun ke bawah, umpan-umpan pendek dan skema serangan balik mereka terhitung lemah. Susah menembus Prancis,” urai La Ata.
Untuk partai puncak perebutan trofi emas keesokan harinya, ada konsensus menarik di kepengurusan Ath-Thoyyibah. Baik Imam Masjid Hurairah maupun La Ata secara senada meramal bahwa Spanyol akan keluar sebagai Juara Dunia 2026.
Alasan keduanya sangat berdasar secara teknis. Skuad Spanyol tahun ini memiliki spirit berjuang yang luar biasa tinggi dan skema permainan yang sangat rapi. “Sebagian besar motor serangan mereka itu berasal dan ditempa di klub-klub besar seperti Barcelona. Jiwa tiki-taka dan chemistry mereka sudah menyatu,” pungkas La Ata.

Panitia Nobar Pildun Ath-Thoyyibah, La Ata
Sebelum partai puncak Spanyol versus Agentina digelar, mata publik jamaah Ath Thoyyibah akan lebih dulu tertuju ke Florida. Ini adalah duel dua raksasa Eropa yang terluka, Inggris versus Prancis. Bagi sebagian besar komunitas pencinta bola di kota ini, laga ini adalah “final yang terlalu cepat”.
Pertempuran klasik benua biru ini akan digelar di Stadion Hard Rock, Miami Gardens, Florida pada hari Minggu, 19 Juli 2026 pukul 05:00 WITA. Waktu subuh yang sangat ideal untuk menonton sambil ngemil makanan tradisional rebusan – singkong, jagung, ubi, jagung dan pisang sambil menyeruput kopi stamina – Kopi Bongkarr yang disiapkan panitia.
Ketika beban tropi emas sudah lepas, kedua tim diprediksi akan bermain sangat terbuka tanpa beban taktis yang berat. Prancis yang dibungkam Spanyol 0-2 dan Inggris yang patah hati oleh gol telat Argentina, kini murni memburu pelipur lara.
Banyak yang memprediksi laga ini akan berjalan sangat atraktif. Opsi taruhan “Banjir Gol” (Over) diatas 2,75 gol adalah pilihan cerdas karena kedua kubu memiliki daya serang yang luar biasa, namun cenderung rapuh saat bertahan di akhir turnamen. Sejarah mencatat bahwa laga perebutan posisi ketiga Piala Dunia hampir selalu menyajikan festival gol.

Laga puncak yang mempertemukan Spanyol vs Argentina akan disiarkan langsung dari Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey. kick-off akan dimulai tepat pada hari Senin, 20 Juli 2026 pukul 03:00 WITA. Secara global, data probabilitas menempatkan La Roja di unggulan utama dengan angka 58,2%, menyisakan 41,8% untuk sang juara bertahan Argentina.
Di atas kertas, Spanyol memiliki kedalaman skuad muda yang sangat bugar. Namun laga ini menyimpan dinamika psikologis yang teramat dalam. Mayoritas tulang punggung Argentina merantau, tumbuh besar dan mencari nafkah di klub klub Spanyol. Hubungan batin ini membuat kedua tim tau luar dalam gaya bermain masing-masing.

Namun tidak ada kisah yang lebih humanis dan magis selain takdir yang menghubungkan Lamine Yamal dan Lionel Messi. Sembilan belas tahun lalu, dalam sebuah sesi pemotretan amal di Camp Nou, Messi muda yang baru berusia 20 tahun tertangkap kamera sedang memandikan bayi mungil di dalam ember plastik. Bayi itu adalah Lamine Yamal. Siapa sangka, air mandi yang membasahi tubuh Yamal kecil layaknya “transfer tuah” tak kasatmata dari sang dewa sepak bola, Lionel Messi.
Kini bayi mungil itu tumbuh menjadi representasi Gen-Z paling bersinar di jagat raya. Dengan jersey merah Spanyol, Yamal berdiri tegak menantang sang “guru” sekaligus sosok yang pernah memandikannya. Pertarungan batin antara rasa hormat yang mendalam dan gairah muda untuk menumbangkan sang legenda, akan menjadi bumbu paling mahal di MetLife.
Inilah mengapa para analis memprediksi laga berjalan sangat emosional, membuat opsi taruhan Under (total gol di bawah 2,5) menjadi pilihan yang rasional. Di bursa taruhan informal warung kopi Balikpapan, aroma persaingan membakar ruang obrolan para pengusaha di kota Beriman Balikpapan

Di balik kehangatan jagung rebus di Balikpapan, bursa taruhan dunia justru sedang bergolak melihat sisi psikologis final kali ini. Spanyol memang diunggulkan dengan probabilitas global 58,2% berbanding 41,8% milik Argentina. Angka ini secara tidak langsung divalidasi oleh pilihan logis Imam Hurairah dan La Ata yang melihat kerapian taktik Spanyol sebagai kunci utama.
Ketika sholat subuh telah ditunaikan, layar proyektor mulai menyala dan aroma Kopi Bongkarr mulai merebak di halaman Masjid Jami’ Ath-Thoyyibah, perbedaan prediksi skor tidak lagi menjadi penting. Di bawah langit subuh Balikpapan, sepak bola telah sukses menunaikan tugas tertingginya: merajut kebersamaan warga dalam satu ikatan silaturahmi yang hangat dan berkah. Selamat menonton! (rikmo)











