BALIKPAPAN, LENTERAKALTIM,COM : Laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Prancis berakhir dengan drama luar biasa yang mematahkan semua prediksi di atas kertas.
Bertanding di Stadion Hard Rock, Miami, The Three Lions sukses mengunci kemenangan mutlak dengan skor fantastis 6-4 langsung dalam waktu normal 90 menit plus 7 menit tambahan waktu.
Kejutan besar ini langsung berimbas pada riuhnya atmosfer nonton bareng (nobar) di halaman Masjid Jami’ Ath-Thoyyibah, Balikpapan, Minggu (19/7) subuh.

Histeria penonton ketika jala gawang Inggris maupun Prancis bergetar
Nobar yang digelar menggunakan layar proyektor raksasa berukuran 4×4 meter itu mendadak gempar karena plot twist di lapangan hijau meruntuhkan tebakan para pemuka agama setempat.
Sesuai dugaan awal, status “laga pelipur lara” membuat kedua tim tampil lepas tanpa beban taktik yang mengikat. Hasilnya? Jala gawang masing-masing tim bergetar hebat sejak menit-menit awal.
Namun, kejutan terbesar lahir di babak pertama ketika The Three Lions, skuad asuhan Gareth Southgate ini membombardir pertahanan Prancis tanpa ampun hingga memimpin telak 4-0 saat turun minum.

Ezri Konsa merayakan gol kedua bersama Decian Rice
Memasuki babak kedua, Prancis mencoba bangkit mengejar ketertinggalan lewat aksi Spartan Kylian Mbappe dan kawan kawan yang berhasil menyarangkan 4 gol balasan.
Namun Inggris yang sudah unggul sejak awal tidak membiarkan momentum mereka runtuh. Skuad Tiga Singa menambah 2 gol krusial untuk menjaga jarak aman, tanpa pernah membiarkan skor menjadi imbang sepanjang pertandingan.
Hingga peluit panjang ditiup wasit pada menit ke-90+7, papan skor mengunci angka 6-4 untuk kemenangan mutlak Inggris tanpa perlu melalui babak perpanjangan waktu.

Jude Bellingham dari Timnas Inggris merayakan gol keenam timnya
Hujan 10 gol sepanjang laga ini praktis membuat prediksi dua tokoh penting Masjid Ath-Thoyyibah ambyar tak berbekas. Sebelumnya, Imam Masjid Ustadz Hurairah menjagokan Prancis dengan skor 3-2, sementara La Ata memegang skor 2-1 juga untuk kemenangan Prancis.
“Betul-betul di luar dugaan. Saya memang memprediksi gawang kedua tim bakal sama-sama bergetar karena mereka main lepas. Tapi kalau sampai tercipta total 10 gol dan Inggris yang menang 6-4, ini luar biasa. Prediksi saya patah total, tapi jamaah sangat terhibur subuh ini”, ujar Imam Masjid Ath-Thoyyibah Ustadz Hurairah.
Meskipun prediksi skor meleset jauh, esensi utama dari penyelenggaraan nobar ini dinilai sukses besar oleh jajaran takmir masjid. Puluhan jamaah, pemuda dan bocil bocil anggota Ikatan Remaja Masjid (Irma) berbaur menjadi satu, meneriakan yel yel saat tim Inggris maupun tim Prancis menyarangkan bola ke gawang lawan masing-masing.

Ustadz Suryono (kiri) bersama Ustadz Hurairah (Kanan)
“Ini adalah berkah silaturahmi yang sesungguhnya. Target utama dari nobar ini adalah untuk memperkuat tali silaturahmi’, kata Ustadz Suryono, Wakil Ketua Masjid Ath-Thoyyibah yang duduk lesehan bersebelahan dengan Ustadz Hurairah.
Riuhnya Bocil IRMA dan Berkah Kopi Stamina yang Ludes Blas
Atmosfer di halaman teras masjid terasa begitu hidup berkat kehadiran kelompok penonton paling berisik. Bocil-bocil anggota Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Ath-Thoyyibah tampak memenuhi barisan depan jajaran ambal berwarna hijau. Sorak-sorai melengking mereka terdengar riuh setiap kali jala gawang di layar berukuran 4×4 meter bergetar.
Keseruan menonton drama 10 gol subuh itu kian lengkap dengan hidangan rakyat yang disediakan panitia. Rebusan tradisional mulai dari jagung, pisang, singkong, hingga kacang rebus habis tak bersisa. Begitu pula dengan pasokan cairan penahan kantuk berupa teh hangat dan kopi stamina pria-Kopi Bongkar-yang dilaporkan ludes blas.
“Semua jajanan rebusan sampai Kopi Bongkarr ludes blas diserbu warga,” kata La Ata, panitia nobar masjid Ath-Thoyyibah.

Kesedihan mendalam Kylian Mbappe usai Prancis disingkirkan Inggris
Menurut La Ata, khasiat Kopi Bongkarr terbukti mantap, bapak-bapak matanya melotot segar sampai menit 90+7 babak tambahan waktu. “Memang sejak awal kopi stamina itu khusus buat bapak-bapak saja supaya fit begadang subuh, kalau anak-anak IRMA cukup jagung rebus. Soal prediksi Prancis saya yang kalah, itu urusan belakang, yang penting silaturahmi warga jalan terus!”, ujarnya.
Usai laga ditutup, sejumlah jamaah dan anggota IRMA langsung bergotong-royong membersihkan sisa sampah di halaman masjid. Sebuah fajar akhir pekan yang berkesan di Balikpapan; menyajikan tontonan gila kelas dunia, sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat di bawah atap rumah ibadah. (rikmo)











