BALIKPAPAN, LENTERAKALTIM.COM : Suasana santai menyelimuti salah satu sudut Rumah Makan Jogja di kawasan Balikpapan Baru pada Ahad, 2 Agustus 2026 malam kemarin. Aroma kuliner khas berpadu hangat dengan diskusi serius para tokoh agama. Mereka berkumpul sedang merajut agenda besar untuk umat dan bangsa.
Adalah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Balikpapan Selatan yang meng-inisiasi. Ormas kemasjidan itu menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh Ketua Ranting DMI se-Kecamatan Balikpapan Selatan. Pertemuan dihadiri oleh 21 pengurus inti. Mereka mematangkan sebuah perhelatan sakral. Tujuannya untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui jalur spiritual.
Rapat menghasilkan keputusan penting. Mereka membentuk panitia khusus. Tugas utamanya adalah mengawal agenda Doa Bersama dan Ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Agung Balikpapan. Aksi nyata kebangsaan ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 21 Agustus 2026 mendatang.
Kemerdekaan Indonesia tidak diraih lewat hadiah cuma-cuma. Semua lewat tetesan darah dan pekikan takbir para syuhada. Sadar akan sejarah yang kuat itu, DMI Balikpapan Selatan ingin membawa roh nasionalisme langsung ke dalam masjid.

Suasana Rakor DMI Balikpapan Selatan
Ketua DMI Balikpapan Selatan, Ustadz Ady Muntono, menegaskan momentum usia ke-81 tahun Indonesia harus jadi cermin bagi pengurus masjid. Beliau mengajak seluruh elemen takmir untuk hadir kompak pada aksi ziarah nanti.
“Bangsa yang besar itu yang tahu cara berterima kasih pada pahlawannya. Ziarah dan doa nanti adalah bentuk hormat tulus kita buat para syuhada pejuang republik,” ujar Ustadz Ady Muntono dengan mimik wajah serius.
Ustadz Ady memaparkan, kegiatan itu mengusung tema “Bersatu dalam Ukhuwah, Bersinergi Memakmurkan Masjid untuk Melayani Umat”. Bagi Ady Muntono, menjaga nasionalisme dan keislaman harus berjalan beriringan di dalam bingkai NKRI.
Langkah humanis DMI Balikpapan Selatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak parlemen. Hadir langsung dalam rakor tersebut, H. Laisa Hamisa, Wakil Ketua Dewan Mustasyar DMI Kecamatan Balikpapan Selatan yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan.
Kehadiran sosok legislator ini mempertegas pentingnya sinergi antara ulama dan pemerintah di tingkat bawah. H. Laisa memberikan pandangan bahwa peran masjid di era modern harus meluas dan menyentuh sisi sosial warga.
“Kami di DPRD tentu sangat mendukung gerakan ini. Masjid itu bukan cuma tempat salat saja, tapi juga pusat pembinaan mental dan rasa cinta tanah air umat. Lewat doa bersama di makam pahlawan nanti, kita mau tunjukkan kalau umat Islam selalu di depan menjaga keutuhan bangsa,” tegas H. Laisa Hamisa.

Tampak hadir dalam Rakor Sekretaris DMI Kota Balikpapan Ahmad Sofian, SE
Agenda pada 21 Agustus 2026 nanti diproyeksikan menjadi salah satu konsolidasi umat terbesar di Balikpapan Selatan tahun ini. Tidak tanggung-tanggung, panitia menargetkan kehadiran lebih dari 700 orang jemaah yang akan bergerak bersama menuju makam pahlawan. DMI Balsel juga menyebarkan undangan untuk sejumlah pejabat, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga ormas keagamaan.
Selain sebagai media refleksi sejarah, berkumpulnya ratusan perwakilan masjid ini bertujuan untuk penguatan internal organisasi. Di tengah dinamika zaman yang rawan memicu gesekan sosial, masjid harus berdiri tegak sebagai benteng kedamaian dan tempat bernaung yang sejuk.
Gebrakan nyata DMI Balikpapan Selatan ternyata tidak berhenti pada momentum upacara ziarah kemerdekaan saja. Dalam waktu dekat, DMI Kecamatan Balikpapan Selatan akan merumuskan serangkaian rencana program kerja strategis jangka panjang yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Salah satu program unggulan yang siap digulirkan adalah “Masjid Mandiri Ekonomi”. Program ini fokus pada pembentukan koperasi syariah di tiap ranting kelurahan serta pelatihan wirausaha bagi jemaah prasejahtera demi memutus mata rantai kemiskinan.
Di samping itu, DMI Balikpapan Selatan juga meluncurkan “Gerakan Maghrib Mengaji Terintegrasi” dan pembinaan dakwah digital bagi remaja masjid. Langkah ini diambil untuk membentengi generasi muda dari dampak negatif arus informasi di media sosial.

Berfoto bersama usai Rakor DMI Balikpapan Selatan
Ada juga program “Standarisasi Manajemen Masjid Modern”. Melalui program ini, takmir masjid akan dilatih mengelola keuangan secara transparan berbasis aplikasi digital, serta didorong untuk menyediakan fasilitas ibadah yang ramah bagi kelompok lansia dan penyandang disabilitas.
“Intinya kita mau pupuk lagi rasa nasionalisme kita. Tapi yang tidak kalah penting, kita harus perkuat ukhuwah dan kekompakan. Jangan sampai ada perselisihan, biar masjid kita makin makmur,” pungkas Ustadz Ady Muntono saat menutup obrolan dengan lenterakaltim.com, kemarin.
Pertemuan di Rumah Makan Jogja tersebut akhirnya ditutup dengan pembagian tugas teknis kepanitiaan. Waktu yang tersisa akan dimaksimalkan oleh 21 pengurus DMI Balikpapan Selatan untuk berkoordinasi intensif dengan pihak pengelola TMP Dharma Agung dan aparat keamanan kota.
Langkah taktis DMI Balikpapan Selatan ini menitipkan pesan kuat bahwa menjaga kemerdekaan bisa dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar kita. Menjaga kemerdekaan berarti merawat persatuan, memakmurkan tempat ibadah, dan bergerak nyata membantu ekonomi sesama jemaah.
Masyarakat Balikpapan Selatan kini menanti hari di mana ratusan jemaah akan memadati TMP Dharma Agung. Mereka akan menyatukan suara dalam doa, membuktikan bahwa dari balik dinding masjid, cinta tanah air itu terus dirawat dan mengalir tanpa henti.(rikmo)





