banner 728x250

Wacana Duet Politik Balikpapan Menggema, Duet Nurlena Mas’ud — Yono Suherman Memantik Kehebohan

banner 468x60

Penulis : Rikmo Kuswanto
Jurnalis Senior, tinggal di Balikpapan

BALIKPAPAN, LENTERAKALTIM.COM : Jagat media sosial Kota Balikpapan, khususnya linimasa Instagram, mendadak hangat. Desas-desus peta politik pasca-era Wali Kota Rahmad Mas’ud mulai menyita perhatian publik.

Nama Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, S.E., sosok yang selama ini mengarungi ruang publik sebagai Ketua TP-PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Balikpapan, mendadak ramai disandingkan dengan deretan figur politik papan atas.

Dari sekian opsi yang diuji ke publik, satu simpulan mulai mengkristal di tengah diskursus : wacana persekutuan Partai Golkar dan Partai NasDem yang mengusung duet Nurlena Mas’ud – H. Yono Suherman, S.T.

Pasangan ini dinilai bukan sekadar kompromi taktis, melainkan formula politik paling stabil dan mudah diterima oleh berbagai spektrum masyarakat.


Nurlena Rahmad Mas’ud dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Balikpapan oleh Bunda Literasi Kaltim Syarifah Suraidah Rudy Mas’ud, 19 Oktober 2025

Secara kalkulasi elektoral berbasis hasil Pemilu Legislatif 2024, komposisi DPRD Kota Balikpapan diisi oleh 45 kursi. Jika Golkar (16 kursi) dan NasDem (7 kursi) menyatu dalam satu gerbong, mereka langsung mengamankan 23 dari 45 kursi (51,1%).

Angka ini sudah melebihi separuh kekuatan parlemen. Koalisi Beringin-Restorasi ini tidak sekadar memenuhi ambang batas pencalonan, tetapi menciptakan benteng politik yang sangat dominan.

Jejaring Politik Rahmad Mas’ud dan Mesin Mas’ud Corp.

Terbangunnya persepsi bahwa Nurlena adalah kandidat terkuat tak lepas dari konsolidasi jejaring yang dirancang matang. Rahmad Mas’ud tidak hanya bertindak sebagai suami, tetapi juga political mastermind dan Ketua DPD Partai Golkar Balikpapan.

Pengaruh keluarga Mas’ud membentang luas di Kalimantan Timur. Hubungan diplomatis Rahmad dengan pimpinan partai politik di tingkat daerah maupun pusat relatif cair dan minim resistensi.

Melalui gaya politik akomodatif, Rahmad berhasil menjaga stabilitas dengan parpol lain selama masa jabatannya. Jaringan bisnis, hubungan sosial, serta sokongan logistik yang mapan menjadi fondasi kokoh untuk memuluskan jalan sang istri ke kursi Balikpapan satu.

Nurlena Mas’ud membawa modal sosial yang berakar kuat di tingkat grassroots. Kerja-kerja sosialnya memimpin Tim Penggerak PKK, Dekranasda, hingga penguatan literasi dan penanganan stunting membuatnya sangat populer di kalangan ibu-ibu dan penggerak ekonomi kreatif lokal. Nurlena memperlihatkan kepemimpinan berwajah humanis.


Yono Suherman bersama Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat rakor pengawasan dan pengendalian BBM di Balikpapan

Di sisi lain, Yono Suherman menghadirkan aksentuasi yang saling melengkapi. Berlatar belakang pengusaha sukses yang kini menjabat Wakil Ketua I DPRD Kota Balikpapan, Yono menguasai basis massa pemuda, komunitas olahraga — selaku Ketua Taekwondo Balikpapan serta pelaku UMKM dan perhimpunan kewargaan.

Dikenal terbuka dan responsif terhadap isu-isu sarana pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur dasar, Yono memberi keseimbangan teknokratis pada pasangan ini.


Bunda Paud Balikpapan Nurlena Rahmad Mas’ud dalam sebuah kesempatan acara parenting pengasuhan orang tua, akhir Juli 2026 lalu

“Secara sosiologis, Nurlena punya keterikatan emosional kuat dengan jaringan perempuan, sementara Yono menutup celah dari sudut pandang profesional dan legislatif. Kombinasi Golkar–NasDem ini bentuk ‘kawin suntik’ modal sosial dan mesin politik paling ideal saat ini,” ujar H. Djanie, pengusaha billboard di Balikpapan, dalam sebuah obrolan komunitas domino di Lekker Café Gunung Sari, kemarin malam.

Hajjah Erawati Muslimah, seorang tokoh dan aktivis perempuan di Balikpapan Selatan mengungkapkan penilaian positif dengan wacara duet politik itu. “Kalau Bu Nurlena maju, kami kader PKK tentu senang karena beliau paham kebutuhan keluarga. Ditambah Pak Yono yang merakyat dan suka turun ke bawah, pasangan ini rasanya paling pas dan tidak asing lagi bagi warga,” pujinya.


Yono Suherman menyalami pengurus baru Perbakin Balikpapan yang baru dilantik

Atlet sepeda Balikpapan yang kerap mengikuti turnamen di Pulau Jawa , Suko Mentolo kepada lenterakaltim.com mengatakan, Yono Suherman adalah figur yang mengerti jiwa anak muda dan sangat komunikatif. “Kalau dipadukan dengan Ibu Nurlena, ini kombinasi antara keberlanjutan pembangunan kota dan energi baru bagi ruang publik pemuda,” kata pria berbadan gempal pendek itu.

Menepis Kebuntuan Politik dan Menjaga Stabilitas

Potensi hadirnya persekutuan ini sekaligus meredam potensi benturan keras antar partai besar. Dengan menggandeng NasDem sebagai peraih suara terbanyak kedua — 7 kursi di DPRD Balikpapan, Golkar tidak memonopoli panggung secara sepihak. Ini memberikan ruang representasi politik yang adil bagi poros perubahan tanpa mengganggu kesinambungan program pembangunan kota.

Kendati demikian, kalkulasi dan peta kekuatan yang mengemuka saat ini barulah gambaran awal di atas kertas. Panggung politik Balikpapan dikenal sangat dinamis dan penuh kejutan. Konstelasi ini masih sangat mungkin bergeser atau bahkan makin membesar seiring terbukanya pintu komunikasi antar-parpol.

Bukan tidak mungkin, partai-partai pemilik kursi potensial seperti PDIP (4 kursi), PKS (3 kursi), hingga PKB (4 kursi) memilih merapat dan melebur ke dalam koalisi besar yang dimotori Golkar untuk mengamankan posisi strategis.

Lantas, ke mana arah angin Partai Gerindra? Sebagai pemilik 6 kursi parlemen dan pemegang posisi Wakil Wali Kota Balikpapan saat ini melalui Bagus Susetyo, posisi Gerindra tentu menjadi teka-teki paling menarik.

Apakah Gerindra bakal memilih bertahan di dalam koalisi keberlanjutan bersama Golkar, atau justru memosisikan Bagus Susetyo untuk membangun poros baru sebagai penantang utama. Semuanya masih sangat cair, dan bola liar politik Kota Beriman baru saja mulai menggelinding.*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *